Thursday, January 17, 2013

My Side Project (~the sign~)

Sambil nyusun skripsi, enaknya sambil bikin projek sampingan biar ga bete. Karena saya suka game tentunya saya kepingin juga bikin sebuah game. tentunya dengan alur cerita buatan sendiri (walaupun ada sedikit cerita yang agak ngikutin game lain. Tapi bukan niru, cuma terinspirasi. hehe.)
Project yang mau saya buat (bulan ini sedang dikerjakan) adalah game bergenre RPG yang berjudul

~the sign~.

Game ini menceritakan tentang perjalanan seseorang yang bernama Daniel van Brown  dalam mencari ayahnya yang mempunyai julukan Sang Pemburu Vampir (The Vampire Hunter)*. Ayah dari Daniel yang bernama Jhonny Brown ini sudah menghilang 10 tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, dia tiba di suatu kota yang bernama kota Friedlich (Town of Friedlich)*. Namun keadaan kota tersebut sangatlah mengerikan, dimana banyak orang-orang tergeletak di jalanan. Daniel pun terheran-heran dan segera mencari tahu apa yang sedang terjadi di kota tersebut. Namun tak disangka muncul sesosok zombie yang sangat menakutkan. Namun dengan keahlian Daniel dalam berpedang, zombie tersebut dapat dikalahkan dengan mudah. Setelah itu Daniel pergi ke sebuah toko untuk mencari suatu penjelasan. Di dalam toko tersebut Daniel menemukan seorang penjaga toko yang sedang sekarat. Segeralah Daniel menghampiri penjaga toko tersebut, dan terjadilah sebuah perbincangan yang sangat singkat. Daniel menjadi tahu akan sesuatu hal, bahwa kota tersebut telah mendapat kutukan yang disebabkan oleh Kekuatan Kegelapan (Darkness Power). Tidak lama kemudian penjaga toko itupun mati. Daniel yang masih kebingungan merasa sangat panik dengan keadaan itu Dia bingung harus melakukan apa. Untungnya penjaga toko tadi memberi tahu kepada Daniel bahwa jika ia ingin mengetahui apa yang sedang terjadi, ia harus pergi ke gereja di bagian utara kota Friedlich dan menemui Pastor Abel. Tanpa berlama-lama, Dan langsung pergi menuju gereja yang dikatakan penjaga toko tersebut.
Apakah Daniel akan mendapatkan kejelasan tentang apa yang terjadi pada kota Friedlich?
Dan apakah Daniel akan mendapatkan suatu petunjuk dalam perjalanan mencari ayahnya yang hilang?

~the sign~

Coming Soon.

ket*:
~ The Vampire Hunter. terinspirasi dari game yang berjudul Castlevania, dimana The Vampire Hunter yang bernama Simon Belmont mempunyai sebuah misi, yaitu membasmi sang Dracula yang telah menyebabkan kekacauan di muka bumi.
~Town of Friedlich. Friedlich diambil dari bahasa Jerman yang mempunyai arti "damai".

Sekian penjelasan singkat tentang projek yang mau saya buat. Kalau ada yang mau memberi komentar, masukan maupun kritikan, silahkan.
Terima kasih. Arigatou. ^_^ 

Friday, January 13, 2012

KORAN API TERBANG


(21 Oktober 2011)
Koran api terbang?? Maksudnya gimana ya?? Emang bisa ya?? Pasti penasaran ya?? Gini nih penjelasannya…
Pertama kita siapkan alat dan bahannya.
1.      Koran bekas (2 lembar atau lebih)
2.      Korek api
3.      Selotape/doubletape/lem kertas
Sudah disiapkan bahan-bahannya? Oke, kalau sudah sekarang kita mulai percobaannya.
1.      Siapkan satu lembar koran ,lalu lipat Koran tersebut sehingga ujung dari koran tersebut menjadi ada ditengah.
2.      Rekatkan ujung Koran tadi dengan selotape/doubletape/lem kertas.
3.      Jadilah Koran yang berbentuk seperti bantal yang siap dibakar/diterbangkan.
4.      Siapkan lembar Koran yang lain dan gunting atau sobek kertas Koran tersebut menjadi beberapa bagian. Lalu gulung kertas Koran tersebut sehingga menjadi seperti bentuk obor.
5.      Setelah siap semuanya, sekarang kita mulai membakarnya.
6.      Taruh kertas Koran yang sudah dibentuk menjadi bantal, lalu bakar ujung kertas Koran tersebut dengan menggunakan Koran yang sudah dibentuk menjadi obor. Ingat!! Keempat ujung Koran berbentuk bantal tersebut harus dibakar secara bersamaan. Apakah yang akan terjadi??
7.      Binsalabin jadi apa, prok..prok..prok..!!! ternyata Korannya terbang… tapi ko jadi hangus ya?? Kenapa bisa begitu??
Penjelasan:
Prinsip kerja Koran api terbang tadi mirip seperti prinsip kerja pada balon terbang/balon udara, yaitu konveksi. Setelah ujung Koran berbentuk bantal tadi dibakar, maka akan timbul tekanan panas pada Koran tersebut. Dan karena pada Koran tersebut dibentuk menjadi mempunyai ruang, maka tekana panas tersebut akan memasuki ruangan tersebut dan mendorong Koran tersebut keatas, sehingga Koran bantal tadi akan terbang keatas. Namun Koran tersebut nantinya akan hangus karena dampak dari api yang membakar Koran bantal tersebut. Karena Koran terbuat dari kertas, yaitu bahan yang mudah terbakar, maka lama kelamaan Koran tadi akan terbakar dan hangus menjadi abu.
Begitu adik-adik penjelasannya. Semoga percobaan tadi bermanfaat bagi kita semua..

Add caption

Add caption

Add caption

Thursday, January 12, 2012

Pemerintah dan Solusi Permasalahan Pendidikan

Mengenai masalah pedidikan, perhatian pemerintah kita masih terasa sangat minim. Gambaran ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan yang makin rumit. Kualitas siswa masih rendah, pengajar kurang profesional, biaya pendidikan yang mahal, bahkan aturan UU Pendidikan kacau. Dampak dari pendidikan yang buruk itu, negeri kita kedepannya makin terpuruk. Keterpurukan ini dapat juga akibat dari kecilnya rata-rata alokasi anggaran pendidikan baik di tingkat nasional, propinsi, maupun kota dan kabupaten. 

Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka menyelesaikan wajib belajar sembilan tahun. Dengan kondisi tersebut, bila tidak ada perubahan kebijakan yang signifikan, sulit bagi bangsa ini keluar dari masalah-masalah pendidikan yang ada, apalagi bertahan pada kompetisi di era global. 

Kondisi ideal dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah tiap anak bisa sekolah minimal hingga tingkat SMA tanpa membedakan status karena itulah hak mereka. Namun hal tersebut sangat sulit untuk direalisasikan pada saat ini. Oleh karena itu, setidaknya setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam dunia pendidikan. Jika mencermati permasalahan di atas, terjadi sebuah ketidakadilan antara si kaya dan si miskin. Seolah sekolah hanya milik orang kaya saja sehingga orang yang kekurangan merasa minder untuk bersekolah dan bergaul dengan mereka. Ditambah lagi publikasi dari sekolah mengenai beasiswa sangatlah minim.

Sekolah-sekolah gratis di Indonesia seharusnya memiliki fasilitas yang memadai, staf pengajar yang berkompetensi, kurikulum yang tepat, dan memiliki sistem administrasi dan birokrasi yang baik dan tidak berbelit-belit. Akan tetapi, pada kenyataannya, sekolah-sekolah gratis adalah sekolah yang terdapat di daerah terpencil yang kumuh dan segala sesuatunya tidak dapat menunjang bangku persekolahan sehingga timbul pertanyaan ,”Benarkah sekolah tersebut gratis? Kalaupun iya, ya wajar karena sangat memprihatinkan.”



dikutip dari : http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Masalah%20Pendidikan%20di%20Indonesia&nomorurut_artikel=364